Sabtu, 31 Mei 2014

Materi Borland C++


Bab 1. Pengenalan Bahasa C++

A.    Sejarah C++
Tahun 1978, brian W. Kerningan & Dennis M. Ritchie dari AT & T Laboratories mengembangkan bahasa B menjadi bahasa C. Sejak tahun 1980, bahasa C banyak digunakan pemrogram di Eropa yang sebelumnya menggunakan bahsa B dan BCPL. Tahun 1989, dunia pemrograman C mengalami peristiwa penting dengan dikeluarkanya standar bahasa C oleh American National Standards Institute (ANSI). Pada tahun 1985, lahirla secara resmi bahasa baru pengembangan bahasa C yang dikenal dengan nama C++. Sebenarnya bahasa C++ mengalami 2 tahapan evolusi. C++ yang pertama dirilis oleh AT&T Laboratories, dinamakan cfront. C++ versi kuno ini hanya berupa kompiler yang menterjemahkan C++ menjadi bahasa C. Borland International Inc mengembangkan kompiler C++ menjadi sebuah kompiler yang mampu mengubah C++ langsung menjadi bahasa mesin (essembly). Sejak evolusi ini, mulai tahun 1990 C++ menjadi bahasa berorientasi obyek yang digunakan oleh sebagian besar pemrograman professional.
B.     Pengenalan IDE BORLAND
IDE merupakan singkatan dari Integrated Development Environment, merupakan lembar kerja terpadu untuk pengembangan program. IDE dari Borland C++ dapat digunakan untuk :
·         Menulis naskah program
·         Mengkompilasi program (compile)
·         Melakukan pengujian program (Debugging)
·         Mengaitkan object dan library ke program (Linking)
·         Menjalankan program (Running)
C.    Membuat file editor
Merupakan file program yang dapat dikompile, dan dijalankan untuk menampilkan hasilnya serta mempunyai ekstensi.CPP.
D.    Menyimpan file editor
Setelah selesai mengetik naskah program yang baru pada jendela text edit, maka selanjutnya akan disimpan dengan cara :
-          Klik menu File       Save as
E.     Menterjemahkan Program
Proses compile merupakan suatu proses menterjemahkan program dari bahasa manusia kedalam bahasa yang dimengerti oleh komputer yaitu bahasa mesin. Caranya adalah :
-          Klik menu Project          Compile
F.     Menjalankan program
Proses Run merupakan suatu proses menterjemahkan program, melakukan proses linking, membuat file eksekusi (.exe) dan sekaligus menjalankan program. Caranya adalah :
-          Klik menu Debug         Run
-          Menekan CTRL+F9
G.    Membuka file Editor
Membuka / memanggil file editor yang sudah pernah dibuat, dengan cara :
-          Klik menu File       Open
H.    Mencetak file editor
Mencetak file program pada jendela yang sedang aktif dengan cara :
-          Klik menu File         Print
I.       Keluar dari borland C++
Keluar dari aplikasi borland C++, dengan cara :
-          Klik menu File       Exit
J.      Struktur program C++
Struktur program C++ terdiri sejumlah blok fungsi, setiap fungsi terdiri dari satu atau beberapa pernyataan yang melaksanakan tugas tertentu.
K.    Model memori
Borland C++ mempunyai 6 model memori untuk program dan data. Model-model memori tersebut adalah :
-          Model tiny
-          Model small
-          Model Medium
-          Model Compact
-          Model Large
-          Model Huge


Bab 2. PENGENALAN MODEL DATA, PERINTAH MASUKKAN, DAN KELUARAN

1.      PENGENALAN TIPE DATA
Borland C++ memiliki 7 tipe data, diantaranya yaitu :
Tipe Data
Ukuran
Memory
Jangkauan Nilai
Jumlah
 Digit
Char
1 Byte
-128 s.d 127

Int
2 Byte
-32768 s.d 32767

Short
2 Byte
-32768 s.d 32767

Long
4 Byte
-2147435648 s.d 2147435647

Float
4 Byte
3.4 x 10-38 s.d
3.4 x 10+38
5 – 7
Double
8 Byte
1.7 x 10-308 s.d
1.7 x 10+308
15 – 16
Long Double
10 Byte
3.4 x 10-4932 s.d
3.4 x 10+4932
19
Tipe data tambahan yng dimiliki yaitu :
Tipe Data
Jumlah Memori
Jangkauan nilai
Unsigned Integer
2 Byte
0 - 65535
Unsigned character
1 Byte
0 - 255
Unsigned long integer
4 Byte
0 – 4,294,967,295

2.      KONSTANTA
Konstanta dalah suatu nilai yang sifatnya tetap. Konstanta dibagi menjadi 2, yaitu :
-          Konstanta Bilangan (Bulat dan Decimal)
-          Konstanta Teks (Karakter dan String)
Deklarasi Konstanta
const nama_konstanta = nilai konstanta;
3.      Variabel
Adalah suatu tempat untuk menampung data / konstanta di memory yang mempunyai nilai data yang dapat berubah-ubah selama proses program.
Syarat penulisan variabel :
·         Tidak boleh ada spasi.
·         Tidak boleh diawali dengan angka dan menggunakan operator aritmatika.
  
 
Tipe data nama_variabel :
Tipe Variabel
Simbol Deklarasi
Integer
Int
Floating point
Float
Double Precision
Double
Character / String
Char

4.      Perintah Keluaran
Perintah standard output yang disediakan adalah :
·         Printf ( )
·         Puts ( )
·         Putchar ( )
·         Cout ( )
a.       Printf
Merupakan fungsi keluaran yang paling umum digunakan untuk menampilkan informasi ke layar.
Bentuk penulisan :
Prinrf(“string-kontrol”, argumen-1, argumen-2, ....) ;
Penentu format dipakai untuk memberi tahu kompiler mengenai jenis data yang dipakai dan akan ditampilkan. Argumen ini dapat brupa variabel konstanta dan ungkapan.
Tipe Data
Penentu format untuk printf ( )
integer
%d
Floating point
Bentuk desimal
Bentuk berpangkat
Bentuk berpangkat dan desimal

%f
%e
%g
Double precision
%lf
Character
%c
String
%s
Unsigned Integer
%u
Long integer
%ld
Long unsigned integer
%lu
Unsigned Hexadecimal integer
%x
Unsigned Octal integer
%o

b.      Puts ( )
Perintah puts ( ) sebenarnya sama dengan printf ( ), yaitu digunakan untuk mencetak string kelayar.
Berikut perbedaan antara prntf() dengan puts() :
Printf ()
Puts ()
Harus menentukan tipe data untuk data string, yaitu %s
Tidak perlu penentu tipe data string, karena fungsi ini khusus untuk tipe data string.
Untuk mencetak pindah baris, memerlukan notasi ‘ /n’
Untuk mencetak  pindah baris tidak perlu notasi ‘ \n ‘, karena sudah diberikan secara otomatis.

c.       Putchar ()
Digunakan untuk menampilkan sebuah karakter kelayar. Penampilan karakter tidak diakhiri dengan pindah baris.

d.      Cout ()
Merupakan sebuah object didalam C++ digunakan untuk menampilkan suatu data kelayar.
Fungsi manipulator :
·         Endl
·         End
·         Dec ()
·         Hex ()
·         Oct ()
·         Setbase ()
·         Setw ()
·         Setfill ()
·         Setprecision ()
·         Setiosflags ()
5.      Perintah Masukkan
Perintah standard output yang disediakan adalah :
·         Scanf ()
·         Gets ()
·         Cin ()
·         Getch ()
·         Getche ()
a.       Scanf ()
Digunakan untuk memasukkan berbagai jenis data.
Bentuk penulisannya :
Scanf (“penentu format”,&nama-variabel);
Simbol & merupakan pointer yang digunakan untuk menunjukkan kealamat variabel memori yang dituju.
Tipe data
Penuntu format untuk scanf ()
Integer
%d
Floating point
Bentuk desimal
Bentuk berpangkat

%e atau %f
%e atau %f
Double precision
%lf
Character
%c
String
%s
Unsigned integer
%u
Long integer
%ld
Long unsigned integer
%lu
Unsigned hexadecimal integer
%x
Unsigned octal integer
%o
b.      Gets ()
Digunakan untuk memasukkan data string. Bentuk penulisannya :
Gets (nama-variabel-array);
Perbedaan scanf () dan gets ()
Scanf ()
Gets ()
Tidak dapat menerima string yang mengandung spasi atau tab dan dianggap sebagai data terpisah
Dapat menerima string yang mengandung spasi atau tab dan masih dianggap satu kasatuan data
c.       Cin ()
Merpakan sebuah object didalam C++ digunakan untuk memasukkan suatu data. Untuk menggunakan fungsi cin () ini, harus menyertakan file header iostream.h
d.      Getch ()
Dipakai untuk membaca sebuah karakter dengan sifat karakter yang dimasukan tidak perlu diakhiri dengan menekan tombol ENTER, dan karakter yang dimasukkan tidak akan ditampilkan dilayar. File header yang harus disertakan adalah conio.h.
e.       Getche ()
Dipakai untuk membaca sebuah karakter dengan sifat karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan menekan tombol ENTER, dan karakter yang dimasukkan ditampilkan dilayar. File header yang harus disertakan adalah conio.h.


Bab 3. OERATOR BORLAND C++

1.      Pengertian Operator
Operator merupakan simbol atau karakter yang biasa dilibatkan dalam program untuk melakukan sesuatu operasi atau manipulasi, seperti penjumlahan ,pengurangan dan lain-lain.
Operator mempunyai sifat :
Ø  Unray
Ø  Binary
Ø  Ternary
2.      Operator aritmatika
Operator untuk operasi aritmatika yang tergolong sebagai operator binary adalah :
Operator
keterangan
Contoh
*
Perkalian
4*5
/
Pembagian
8/2
%
Sisa pembagian
5%2
+
Penjumlahan
7+2
-
pengurangan
6-2

Operator Unray
Operator
Keterangan
Contoh
+
Tanda plus
-4
-
Tanda minus
+6

3.      Hierarki operator aritmatika
Urutan operator aritmatika sebagai beriku :
Operator
Keterangan
*atau/
Tingkatkan operator sama, penggunaannya tergantung letak, yang didepan didahulukan
%
Sisa pembagian
+ atau -
Tingkatkan operator sama, penggunaannya tergantung letak, yang didepan didahulukan
 
Operator pemberi nilai aritmatika
Berikut tabel operator pemberi nilai aritmatika
Operator
Keterangan
*=
Perkalian
/=
Pembagian
%=
Sisa pembagian
+=
Penjumlahan
-=
pengurangan

Operator penambahan dan pengurangan
Masih berkaitan dengan operator pemberi nilai, borland c++ menyediakan operator penembahan dan pengurangan.
Berikut tabel penambahan dan pengurangan
Operator
Keteranga
+ +
Penambahan
- -
Pengurangan

Operator relasi
Digunakan untuk membandingkan dua buah nilai. Hasil perbandingan operator ini menghasilkan nilai numerik 1 (true) atau 0 (false). Berikut tabel opersi relasi :
Operator
Keterangan
= =
Sama dengan (bukan pemberi nilai)
! =
Tidak sama dengan
Lebih dari
Kurang dari
>=
Lebih dari sama dengan
<=
Kurang dari sama dengan

Operator logika
Berikut tabel operator logika :
Operator
Keterangan
& &
Operator logika AND
| |
Operator logika OR
!
Operator logika NOT



Bab 4. OPERASI PENYELEKSI KOND ISI

1.      Penjelasan
Pernyataan percabangan digunakan untuk memecahkan  persoalan untuk mengambil suatu keputusan diantara sekian pernyataan yang ada.
A.    Pernyataan If
Pernyataan if mempunyai pengertian, “ jika kondisi bernilai benar, maka perintah akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan diabaikan “.
Bentuk penulisannya :
If (kondisi) pernyataan ;
Ø  Pernyataan if-else
Pernyataan if mempunyai arti, “ jika kondisi bernilai benar, maka  perintah-1 akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan mengerjakan perintah-2 “.
Bentuk penulisannya :
If (kondisi)
Perintah-1;
Else
Perintah-2;
Jika pemakaina if-else diikuti dengan pernyataan majemuk, bentuk penulisannya sebagai berikut :
If (kondisi-1)
  {
   Perintah-1;
   .............
Else
  {
    Perintah-2;
    ...............
}
Ø  Pernyataan NESTED If
Merupakan if berada didalam pernyataan if yang lainnya.  Bentuk penulisannya sebagai beriku :
If (syarat)
If (syarat)
............ perintah;
Else
............ perintah;
Else
If (syarat)
............ perintah;
Elase
........... perintah;


Ø  Pernyataan if-else majemuk
Bentuk dari if-else bertingkat sebenarnya serupa dengan nested if, keuntungan penggunaan if-else bertingkat dibanding dengan nested if adalah penggunaan bentuk penulisan yang lebih sederhana.
Bentuk penulisannya :
If (syarat)
{
... perintah;
... perintah;
Else if (syarat)
{
... perintah;
... perintah;
}
Else
{
... perintah;
... perintah;
}

B.     Pernyataan switch-case
Merupakan pernyataan yang dirancang khusus untuk menangani pengambilan keputusan yang melibatkan sejumlah atau banyak alternatif.
Bentuk penulisannya adalah :
Switch (ekspresi integer atau karakter)
{
Case konstanta-1 :
... perintah;
... perintah;
Break;
Case konstanta-2 :
... perintah;
... perintah;
Break;
...
...
Default :
... perintah;
... perintah;
}

C.    OPERATO ? :
Digunakan untuk menyeleksi nilai untuk mendapatkan hasil dari kondisi yang diseleksi.
Bentuk penulisannya :
Ekspresi logika-OR  ? ekspresi : ekspresi kondisi

 




1 komentar: